Sunpride mengumpulkan 1.000+ invoice setiap bulan dengan operasi lapangan khusus dari Dash

Sunpride adalah salah satu merek buah segar terkemuka di Indonesia, memasok produk ke jaringan ritel modern, pasar tradisional, dan toko-toko di berbagai wilayah. Di balik setiap pengiriman produk, ada satu proses operasional yang sering tidak terlihat, tetapi sangat penting bagi bisnis: pengambilan invoice.

Bagi Sunpride, invoice bukan sekadar dokumen administrasi. Invoice adalah dokumen yang memungkinkan perusahaan menagih pelanggan, menyelesaikan transaksi, dan menjaga arus kas tetap berjalan. Ketika invoice terlambat dikumpulkan, proses penagihan ikut terlambat. Ketika penagihan terlambat, modal kerja perusahaan ikut terdampak.

Namun, mengumpulkan invoice dari ritel modern, pasar tradisional, dan toko-toko bukanlah masalah logistik standar. Ini bukan sekadar alur jemput dan antar barang. Setiap lokasi bisa memiliki aturan berbeda, jam operasional berbeda, orang yang harus ditemui berbeda, dan proses serah-terima dokumen yang berbeda.

Sunpride membutuhkan operasi lapangan yang bisa menangani kompleksitas tersebut secara konsisten dan dalam skala besar.

Dash membantu Sunpride menjalankan operasi pengambilan invoice melalui agen lapangan roda dua. Para agen ini mendatangi ritel modern, pasar, dan toko-toko untuk mengambil invoice sesuai alur kerja Sunpride. Operasi ini dikelola melalui sistem operasi Dash, sehingga Sunpride mendapatkan cara yang lebih terstruktur untuk mengumpulkan dokumen penting tanpa harus membangun tim lapangan internal sendiri.

Dengan Dash, Sunpride kini mengumpulkan lebih dari 1.000 invoice setiap bulan melalui operasi lapangan khusus yang dirancang mengikuti kebutuhan proses penagihan mereka.

Mengubah pengambilan invoice menjadi operasi yang terkelola

Pengambilan invoice adalah pekerjaan penting, tetapi sering kali sangat terfragmentasi.

Tim penjualan, tim keuangan, atau koordinator lokal bisa menghabiskan banyak waktu untuk menindaklanjuti outlet, memastikan dokumen siap, mendatangi lokasi, dan mengembalikan invoice ke proses internal perusahaan. Di satu lokasi, invoice mungkin bisa diambil di kasir. Di lokasi lain, agen harus bertemu admin toko, bagian keuangan, atau pengelola pasar. Beberapa lokasi membutuhkan kunjungan ulang karena dokumen belum siap.

Untuk perusahaan dengan jaringan distribusi yang luas, proses ini menciptakan beban operasional tersembunyi.

Dash membantu Sunpride mengubah proses yang sebelumnya tersebar menjadi operasi lapangan yang terkelola. Alih-alih menangani pengambilan invoice secara manual dan ad hoc, Dash menyediakan agen, menjadwalkan kunjungan, melacak penyelesaian tugas, dan mengelola eksekusi harian agar dokumen terus bergerak kembali ke Sunpride.

Hasilnya adalah proses yang lebih rapi untuk pekerjaan yang terlalu khusus bagi penyedia logistik tradisional.

Mendukung kebutuhan non-logistik dengan agen lapangan

Kasus Sunpride menunjukkan bahwa Dash bukan hanya penyedia pengiriman. Pekerjaan yang dilakukan bukan memindahkan paket dari titik A ke titik B. Pekerjaan yang dilakukan adalah menjalankan proses bisnis di dunia nyata: mendatangi outlet, mengambil invoice, mengikuti prosedur masing-masing lokasi, dan memastikan dokumen yang dibutuhkan untuk penagihan berhasil dikumpulkan.

Agen roda dua Dash memberikan Sunpride tenaga lapangan fleksibel yang bisa bekerja di berbagai tipe outlet. Baik titik pengambilan berada di ritel modern, pasar tradisional, maupun toko lokal, agen Dash mengikuti alur kerja yang dibutuhkan dan menyelesaikan tugas di lapangan.

Dengan model ini, Sunpride mendapatkan manfaat seperti memiliki tim lapangan khusus, tanpa harus merekrut, melatih, menjadwalkan, dan mengelola tenaga kerja tersebut secara internal.

Menjaga proses penagihan tetap berjalan

Bagi Sunpride, kecepatan pengambilan invoice berkaitan langsung dengan proses penagihan. Jika invoice belum dikumpulkan, tim keuangan tidak bisa melanjutkan proses penagihan atau rekonsiliasi secara tepat waktu. Hal ini dapat memperlambat arus kas, menambah pekerjaan tindak lanjut, dan menciptakan gesekan antara tim penjualan, tim keuangan, dan pelanggan.

Dash membantu mengurangi gesekan tersebut dengan membuat pengambilan invoice lebih dapat diandalkan.

Agen lapangan dijadwalkan untuk mengambil invoice dari outlet yang perlu dikunjungi Sunpride. Setiap tugas menjadi bagian dari alur operasi yang terstruktur, sehingga Sunpride memiliki kontrol yang lebih baik atas pergerakan dokumen dan dapat mengurangi risiko invoice tertahan di level outlet.

Semakin cepat invoice terkumpul, semakin cepat Sunpride dapat melanjutkan proses penagihan.

Menurunkan biaya dengan model berbasis transaksi

Sebelum menggunakan Dash, pengambilan invoice membutuhkan biaya operasional tetap. Sunpride perlu menanggung tenaga kerja dan koordinasi internal untuk pekerjaan yang sebenarnya terjadi per transaksi, per kunjungan, dan per dokumen.

Model ini menciptakan ketidaksesuaian antara biaya dan pekerjaan yang dilakukan. Perusahaan menanggung biaya tetap, sementara beban kerja di lapangan bergerak mengikuti jumlah invoice, lokasi, dan jadwal pengambilan.

Dash membantu Sunpride mengubah proses ini menjadi operasi lapangan berbasis transaksi.

Alih-alih menanggung biaya kepala tetap untuk mengelola pengambilan invoice secara internal, Sunpride dapat menggunakan agen Dash sesuai kebutuhan. Biaya menjadi lebih terkait langsung dengan pekerjaan yang diselesaikan di lapangan. Perubahan ini menurunkan biaya pengambilan invoice Sunpride sebesar 15%.

Lebih penting lagi, model ini membuat operasi lebih mudah diskalakan. Ketika jumlah invoice bertambah, Sunpride tidak perlu menambah tim internal dengan laju yang sama. Dash menyediakan tenaga lapangan, penjadwalan, pelacakan, dan eksekusi harian di belakang proses tersebut.

Operasi khusus yang tidak bisa didukung logistik standar

Sebagian besar perusahaan logistik dirancang untuk alur yang standar: mengambil paket, mengirim paket, dan menyelesaikan pengiriman. Sunpride membutuhkan sesuatu yang berbeda.

Alurnya membutuhkan koordinasi di level outlet, pemahaman terhadap proses serah-terima dokumen, kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan, dan eksekusi yang konsisten di banyak titik. Proses ini terlalu khusus untuk model kurir tradisional, tetapi terlalu penting untuk terus ditangani secara manual oleh tim internal.

Dash dapat mendukung kebutuhan ini karena model operasinya dibangun untuk penyesuaian.

Dash dapat merancang alur kerja lapangan mengikuti proses bisnis klien, lalu menyediakan dan mengelola tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menjalankannya. Bagi Sunpride, ini berarti pengambilan invoice tidak lagi menjadi pekerjaan manual yang tersebar. Proses tersebut menjadi operasi yang terkelola.

Memperluas operasi fisik di luar pengiriman

Sunpride menggunakan Dash untuk kebutuhan non-logistik, tetapi kebutuhan dasarnya sama seperti pengiriman: eksekusi fisik yang andal dan dapat diskalakan.

Banyak perusahaan memiliki pekerjaan penting yang terjadi di luar sistem digital mereka. Dokumen perlu dikumpulkan. Outlet perlu dikunjungi. Aset perlu diperiksa. Tugas lapangan perlu diselesaikan. Biasanya pekerjaan seperti ini terlalu manual, terlalu terfragmentasi, dan terlalu mahal untuk dikelola sendiri dalam skala besar.

Dash menyediakan lapisan operasi lapangan yang membantu perusahaan menjalankan pekerjaan tersebut dengan lebih andal. Bagi Sunpride, semuanya dimulai dari pengambilan invoice.

Dash membantu memastikan dokumen yang mendukung proses penagihan dapat dikumpulkan, dilacak, dan dikembalikan ke alur bisnis Sunpride.

Siap mulai dengan Dash?

Ceritakan kebutuhan operasional Anda, kami bantu arahkan ke setup yang paling sesuai. Untuk kebutuhan khusus, hubungi tim sales kami.

Lihat estimasi biaya

Harga yang jelas sesuai kebutuhan operasional, tanpa biaya tersembunyi.

Detail harga

Mulai integrasi

Hubungkan Dash ke aplikasi atau workflow internal Anda lewat API dan tools yang sudah tersedia.

Opsi integrasi