Revolusi Armada Hijau - Bagaimana Kendaraan Listrik Mengubah Wajah Logistik Indonesia

Revolusi Armada Hijau - Bagaimana Kendaraan Listrik Mengubah Wajah Logistik Indonesia

Jakarta - Industri logistik Indonesia tengah mengalami transformasi signifikan dengan hadirnya solusi Electric Vehicle-as-a-Service (EVaaS). Dash Electric, startup yang didirikan pada 2023 oleh Aditya Brahmana dan Robert Mulianto, kini menjadi pionir dalam menyediakan armada kendaraan listrik untuk kebutuhan logistik bisnis di Indonesia.

Dalam wawancara yang dilakukan November 2024, Aditya Brahmana, CEO dan Co-Founder Dash Electric, menjelaskan visi perusahaan. "Kami membangun platform dengan konsep 'driver-as-a-service'. Ini memungkinkan bisnis memiliki pengalaman layaknya memiliki armada logistik in-house, tanpa beban operasional dan capital expenditure yang besar," ungkapnya.

Dash Electric telah melayani beragam klien dari berbagai sektor. Perusahaan logistik multinasional seperti Lazada, DHL, dan JNE mempercayakan sebagian operasi pengiriman mereka kepada Dash. Di sektor F&B, Janji Jiwa (Kopi Kenangan Group) menggunakan layanan ini untuk distribusi produk mereka. Startup seperti Sayurbox, Jala, dan Harvesea juga menjadi mitra Dash dalam menghadirkan pengiriman yang berkelanjutan.

Robert Mulianto, Co-Founder dan COO Dash Electric, membawa pengalaman lebih dari satu dekade di bidang supply chain management dari perusahaan seperti DHL dan Tokopedia. "Kami melihat gap besar di pasar. Banyak bisnis ingin beralih ke solusi hijau, tapi terhalang oleh investasi awal yang tinggi dan kompleksitas operasional," kata Robert dalam LinkedIn post-nya.

Menurut data yang dirilis perusahaan, sektor transportasi Indonesia menyumbang emisi karbon yang signifikan, dengan sepeda motor saja mencapai 36,1% dari total emisi transportasi pada 2022. Dengan sekitar 137 juta sepeda motor di jalan, Indonesia tertinggal dalam adopsi kendaraan listrik dibanding negara Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam.

Platform Dash menyediakan solusi komprehensif, bukan sekadar menyewakan kendaraan. Dashboard operasional memungkinkan klien memantau pengiriman secara real-time, sistem tracking terintegrasi, dan kemampuan kustomisasi sesuai service level agreement (SLA) masing-masing bisnis. Klien dapat memilih layanan dari 15 menit delivery untuk groceries hingga scheduled same-day delivery.

Untuk driver, Dash menawarkan program rent-to-own yang memungkinkan mereka memiliki kendaraan listrik tanpa biaya di muka. "Banyak driver sebelumnya melihat EV sebagai barang mewah, tapi melalui Dash, mereka kini bisa mengakses transportasi berkelanjutan yang juga mengurangi biaya operasional mereka," jelas Robert.

Pada November 2024, Dash Electric mengumumkan penutupan seed funding yang oversubscribed, dipimpin oleh The Radical Fund dan co-led oleh Bali Investment Club. Investor lain yang berpartisipasi termasuk Schneider Electric Energy Access Asia (SEEAA), Aksara Ventures, dan Kevin Aluwi (Co-founder dan mantan CEO Gojek). Antler, yang sebelumnya mendukung di tahap pre-seed, juga kembali berinvestasi.

Dana segar ini akan digunakan untuk meningkatkan onboarding driver, memperluas armada EV, dan mengembangkan software in-house untuk meningkatkan fleet management. Fokus utama adalah membangun API integration seamless dengan klien untuk optimasi operasi.

Dash baru-baru ini meluncurkan armada electric van 4-roda untuk mendukung pengiriman yang lebih besar dengan zero emission. Layanan ini melengkapi armada 2-roda yang sudah ada, memperluas kapabilitas perusahaan dalam melayani berbagai kebutuhan logistik.

Dash konsisten mencapai delivery SLA 97%+, peningkatan 30% dibanding operasi yang dikelola sendiri. Perusahaan juga mengklaim klien dapat memotong hingga 50% overhead operasional dengan mengeliminasi kebutuhan internal fleet, rekrutmen driver, atau tools TMS pihak ketiga.